Categories: Artikel

Telapak Kaki Nyeri Kenapa? Kenali Arti hingga Penyebabnya!

Published On: Maret 16, 2026

Pernahkah Anda merasakan nyeri di telapak kaki saat melangkah pertama kali di pagi hari, atau rasa panas dan menusuk setelah berdiri lama? Atau mungkin sakit ketika menapak di lantai keras?Kenapa kondisi telapak kaki nyeri ini bisa sampai terjadi?

Nyeri pada telapak kaki sendiri merupakan salah satu keluhan yang umum pada dewasa dan lansia. Akan tetapi, tidak sedikit orang yang jadi panik karena lokasi nyerinya bisa berpindah-pindah.

Di artikel ini, Anda akan memahami penyebab nyeri telapak kaki, perbedaan pola nyeri sisi kanan dan kiri, hingga mengetahui langkah aman untuk mengatasinya sendiri di rumah.

Apa Arti Telapak Kaki yang Nyeri dan Bedanya dengan Pegal Biasa?

Nyeri telapak kaki bukan sekadar pegal akibat aktivitas sehari-hari. Sumber keluhan biasanya berkaitan dengan peradangan pada otot, sendi, atau jaringan di telapak kaki, maupun dikarenakan adanya gangguan saraf-saraf di area telapak kaki.

Untuk memudahkan Anda dalam memahaminya, kita dapat membagi keluhan pada kaki menjadi tiga kategori:

1. Pegal yang Masih Normal

Pegal yang terbilang masih wajar umumnya muncul setelah berdiri lama atau berjalan jauh. Rasanya berupa ngilu ringan yang akan membaik setelah istirahat atau mengganti posisi kaki.

Kondisi ini tidak sampai menunjukkan pembengkakan, kebas, ataupun kemerahan pada kaki sehingga orang yang mengalami pegal tidak sampai terhambat aktivitas hariannya.

2. Nyeri yang Patut Dicurigai

Jenis nyeri ini muncul lebih sering atau menetap. Bisa berupa rasa tajam, terbakar, atau seperti kesetrum. Nyeri ini membuat langkah pincang atau sulit menumpu, dan terkadang disertai bengkak atau kemerahan ringan. Contohnya seperti plantar fasciitis atau metatarsalgia yang muncul setelah lama berdiri atau berjalan.

3. Tanda Bahaya yang Tidak Aman Ditunda

Jika muncul gejala seperti tidak sanggup menumpu, nyeri hebat pada malam hari, bengkak cepat, bentuk kaki berubah, demam, atau mati rasa yang meluas, terutama pada penderita diabetes, segera periksakan diri ke pihak medis. Sebab, apabila ditunda, kondisinya bisa semakin parah atau bahkan menimbulkan komplikasi.

Baca Juga: Kaki Sering Pegal? Ketahui Penyebab dan Cara Mencegahnya

Penyebab Nyeri Telapak Kaki yang Paling Sering Diderita Orang Dewasa dan Lansia

Nyeri telapak kaki muncul disebabkan oleh alasan yang beragam. Cara paling mudah mengenali penyebabnya adalah dengan melihat pola nyeri, lokasi, dan aktivitas sehari-hari yang memicu keluhan. Berikut beberapa penyebab yang paling umum:

1. Plantar Fasciitis

Plantar fasciitis adalah iritasi pada jaringan tebal di telapak kaki yang membentang dari tumit hingga lengkungan tengah. Rasa sakitnya biasanya berupa nyeri tajam saat langkah pertama di pagi hari atau setelah lama duduk, yang biasanya sedikit membaik setelah beberapa langkah.

Lokasi nyeri akibat Plantar fasciitis umumnya menyerang tumit bawah dan lengkungan tengah telapak. Penyebab kemunculannya meliputi berdiri lama, berjalan di permukaan keras, dan sepatu tanpa dukungan lengkung.

Apabila Anda mengalaminya, Anda dapat mengenakan sepatu dengan bantalan dan arch support, melakukan peregangan betis dan telapak, serta kompres dingin bila nyaman.

2. Metatarsalgia

metatarsalgia

Bagi Anda yang sering memakai high heels atau sering berdiri terlalu lama, Anda berisiko mengalami metatarsalgia, nyeri pada bagian depan telapak atau bantalan telapak. Sensasi nyeri, berlokasi di bawah pangkal jari, terasa seperti menginjak kerikil atau terbakar, makin terasa saat berjalan atau berdiri.

Apabila Anda menderita kondisi ini, segera ganti sepatu dengan bantalan depan yang lebih baik. Untuk sementara, hentikan penggunaan high heels dan pertimbangkan insole untuk dukungan tambahan.

3. Morton’s Neuroma

Kondisi ini sering disalahartikan sebagai saraf terjepit di telapak kaki. Lokasi nyeri berada di sela jari depan telapak dan terasa seperti kesetrum disertai kebas atau semutan yang menjalar ke jari, sering kambuh saat memakai sepatu sempit.

Penyebab Morton’s Neuroma sendiri tidak diketahui (kemungkinan besar karena tekanan pada saraf), tetapi gejalanya sering memburuk akibat mengenakan sepatu sempit dan high heels.

Langkah awal yang perlu dilakukan apabila Anda mengalaminya adalah dengan tidak memakai sepatu sempit atau berhak tinggi. Sebagai gantinya, gunakan sepatu dengan toe box lega.

4. Asam Urat (Gout) atau Serangan Radang Sendi Akut

Telapak kaki nyeri bisa saja terjadi karena asam urat atau serangan radang sendi akut. Rasa sakit berupa nyeri hebat mendadak yang disertai bengkak, kemerahan, dan rasa panas, terutama pada malam hari.

Apabila terjadi pada Anda, jangan paksakan kaki untuk menapak! Kompres dingin, kemudian periksakan diri apabila nyeri terasa intens atau membengkak.

5. Neuropati (Gangguan Saraf)

Gangguan saraf kerap dialami penderita diabetes, dengan gejala telapak terbakar, kesetrum, kesemutan, atau mati rasa. Keluhan bisa menyebar pada telapak dan jari.

Penderita neuropati disarankan untuk memeriksa kondisi kaki setiap hari. Apabila beraktivitas, gunakan alas kaki yang aman dan hindari berjalan tanpa alas kaki.

6. Faktor Penuaan

Telapak kaki yang nyeri bisa jadi bukan disebabkan oleh kondisi kesehatan, melainkan faktor usia. Aging atau penuaan dapat memicu penipisan bantalan telapak dan mengubah struktur kaki. Akibatnya, kaki mungkin sering terasa kaku di pagi hari, cepat pegal, dan sakit ketika menapak lantai keras.

Untuk mengurangi nyeri ketika berjalan, pilih sepatu yang empuk dan suportif atau pergunakan insole. Beri jeda saat berdiri atau berjalan dan jangan ragu untuk membawa diri ke dokter apabila nyerinya mengganggu aktivitas.

Nyeri Telapak Kaki Sebelah Kanan vs Kiri: Apakah Punya Arti Berbeda?

Ada perbedaan arti yang bisa dilihat apabila nyeri muncul pada salah satu telapak kaki kiri ataupun kanan. Pemicu rasa sakit tersebut umumnya karena kebiasaan dan tidak bisa dijadikan acuan penentu diagnosis.

Walaupun begitu, penting untuk tetap memperhatikan lokasi nyeri dan gejala penyerta.

Nyeri Dominan di Telapak Kaki Kanan

Telapak kaki kanan terasa nyeri biasanya berhubungan dengan frekuensi penggunaan kaki kanan sebagai tumpuan dominan ataupun untuk berjalan, mengemudi, dan naik tangga. 

Untuk meredakan nyeri, kurangi kaki kanan sebagai tumpuan dominan dan ganti alas kaki yang lebih nyaman untuk dipakai ketika berjalan.

Nyeri Dominan di Telapak Kaki Kiri

Nyeri menyerang telapak kaki bagian kiri bisa jadi menjalar dari pinggang, lutut, atau pinggul. Jika terjadi pada Anda, cari tahu apakah ada masalah pada pinggang atau lutut Anda. Kemudian, Anda bisa memberi jeda tiap kali duduk terlalu lama dan mengenakan alas kaki yang nyaman.

Cara Mengatasi Nyeri Telapak Kaki dengan Aman dan Kapan Perlu Evaluasi Medis

Mengatasi nyeri pada telapak kaki bisa dilakukan dengan beberapa langkah sederhana, mulai dari mengompres dingin, mengganti alas kaki, hingga melakukan peregangan.

1. Langkah Awal untuk Kasus Ringan

  • Kurangi aktivitas yang memberi beban berat pada telapak kaki.
  • Kompres dingin setelah aktivitas bila nyaman.
  • Elevasi kaki bila mengalami inflamasi.
  • Gunakan alas kaki yang empuk saat beraktivitas.
  • Pantau perubahan nyeri.

2. Perbaiki Sepatu dan Dukungan Telapak

  • Pilih sepatu dengan dukungan lengkung cukup, bantalan tumit baik, dan ruang jari lega.
  • Hindari sepatu tipis atau hak tinggi untuk pemakaian lama.
  • Pertimbangkan insole bila keluhan sering muncul.

3. Stretching dan Penguatan Sederhana

  • Peregangan betis dan telapak secara rutin.
  • Lakukan rutinitas konsisten untuk mencegah kekambuhan.

Cara di atas hanya bisa dilakukan untuk kasus-kasus yang tergolong ringan saja. Apabila nyeri yang Anda alami tak kunjung membaik, sering kambuh, terjadi bengkak mendadak, atau muncul sensasi seperti terbakar maupun kesetrum, kondisi-kondisi ini mengharuskan pemeriksaan intensif. Anda dapat memercayakan GP+ untuk keluhan telapak kaki Anda.

Baca Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Badan Pegal di Rumah Setelah Seharian Beraktivitas!

Atasi Nyeri Telapak Kaki yang Berulang dengan GP+

Apabila salah satu anggota tubuh Anda terasa sakit, sebaiknya jangan langsung self-diagnosis. Memeriksakan diri ke ahlinya adalah langkah yang tepat untuk mendapatkan jawaban dan evaluasi yang terarah—dan bersama GP+, ada bisa mendapatkan pemeriksaan nyeri pada telapak kaki yang ditangani oleh ahlinya.

GP+ memiliki layanan Nyeri Kaki yang membantu penderita untuk mengecek sumber nyeri secara pasti sehingga penanganan yang akan diberikan bisa tepat sasaran. Bukan sebatas menghilangkan nyeri, layanan GP+ juga memprioritaskan efek jangka panjang sehingga nyeri pada telapak kaki Anda tidak kambuh lagi.

Oleh karena itu, apabila kondisi ini sedang menyerang Anda, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke GP+. Jadwalkan pemeriksaan hari ini melalui WhatsApp untuk segera membebaskan Anda dari nyeri yang menghadang.

FAQ

1. Apa saja gejala nyeri telapak kaki?

Nyeri bisa berupa sensasi ditusuk saat menapak, terbakar, ngilu, pegal tidak hilang dengan istirahat, kebas, kesemutan, hingga bengkak atau kemerahan. Jika nyeri membuat pincang atau sulit menumpu, evaluasi medis disarankan.

2. Nyeri di telapak kaki apakah gejala asam urat?

Tidak selalu. Asam urat menimbulkan nyeri mendadak, hebat, bengkak, kemerahan, dan panas, sering di malam hari. Jika nyeri muncul perlahan setelah berdiri lama, kemungkinan disebabkan oleh hal lain.

3. Bagaimana cara menghilangkan nyeri di telapak kaki?

Kurangi aktivitas berat, gunakan alas kaki empuk, kompres dingin bila nyaman, dan lakukan peregangan rutin. Pemeriksaan medis diperlukan apabila nyeri tidak membaik, sering kambuh, atau disertai kebas, bengkak, kemerahan hebat, atau sulit menumpu.

4. Apakah kolesterol menyebabkan sakit telapak kaki?

Kolesterol tidak langsung menyebabkan nyeri, tetapi masalah sirkulasi akibat faktor metabolik bisa menimbulkan keluhan. Waspadai nyeri saat berjalan tapi membaik sewaktu istirahat, kaki dingin/kebas, atau luka sulit sembuh, karena kondisi seperti ini perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Author: Tim Medis GP+ Medical & Paincare
Reviewer: dr. Lillian Elaine, MBBS, FSPCA

Referensi:

Share

Halo, Saya Dokter Rudy, Pendiri GP+

Dapatkan update terbaru seputar kesehatan dan manajemen nyeri langsung di inbox Anda. Masukkan nama dan email Anda untuk akses eksklusif dari GP+.

    Kategori

    Highlight Article