Categories: Artikel

Sakit Kepala Tegang seperti Diikat? Kenali Tension-Type Headache

Published On: Maret 27, 2026

Sakit kepala merupakan salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami banyak orang. Namun, ada sakit kepala yang berangsur-angsur tidak kunjung membaik dan rasanya kepala seperti diikat kencang, tidak ada denyut, dan bahkan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari ketika sudah parah.

Jika Anda sedang merasakan keluhan tersebut, Anda sedang mengalami tension-type headache. Agar lebih tahu mengenai kondisi sakit kepala tegang ini, berikut informasi selengkapnya beserta tanda-tanda bahaya yang perlu diketahui.

Apa Itu Tension-Type Headache?

Berdasarkan publikasi StatPearls, sakit kepala tegang atau tension-type headache adalah jenis sakit kepala primer dengan sensasi rasa nyeri mengencang. Kemunculan sakit kepala ini umumnya tidak berbahaya dan penderitanya masih bisa beraktivitas normal.

Walau penyebab spesifiknya belum diketahui, National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS) menyatakan, penelitian terbaru menunjukkan bahwa gen seseorang, sinyal otak, dan kepekaan otot memengaruhi sakit kepala tegang. 

Tension-type headache (TTH) umum terjadi pada perempuan, remaja, orang dengan riwayat gangguan tidur, riwayat depresi, hingga riwayat migrain. Laki-laki juga dapat mengalami TTH, tetapi lebih jarang; rasio perbandingannya dengan perempuan adalah 3:1.

Kenapa Sakit Kepala Tegang Terasa seperti Diikat?

Keadaan sakit kepala seperti diikat kencang berkaitan dengan rasa tegang dan nyeri otot sekitar kepala dan leher secara merata. Karena terdapat kontraksi otot bersamaan, rasa nyerinya tidak berdenyut satu sisi, melainkan merata.

Ciri-Ciri Sakit Kepala Tegang yang Paling Khas

Sakit kepala tegang memiliki pola tertentu dari sakit kepala lain.

Ciri Nyeri Utama

  • Nyeri kepala dengan sensasi “diikat” kencang
  • Muncul di kedua sisi 
  • Intensitas masih ringan

Gejala Penyerta yang Biasanya Minimal

Penelitian StatPearls oleh Shah, et al., (2024) menyatakan, tidak banyak gejala penyerta yang memperburuk kondisi sakit kepala tegang. Gejala sakit kepala tegang jarang menunjukkan gejala mual, sensitif dengan cahaya, atau suara.

Bila tanda-tanda ini muncul saat sakit kepala, perlu melakukan diagnosis lain.

Episodik vs Kronik (Cara Membaca Frekuensi)

International Classification of Headache Disorders menyebutkan, sakit kepala tegang terbagi berdasarkan frekuensinya, yaitu gejala episodik dan kronis.

Umumnya, sakit kepala tegang dapat berlangsung 30 menit hingga 7 hari. Gejala episodik hanya muncul di waktu tertentu dan jarang. 

Di sisi lain, gejala kronis muncul lebih sering dengan durasi 15 hari atau lebih per bulan selama lebih dari 3 bulan. 

Bedanya Sakit Kepala Tegang dengan Migrain

Sakit kepala tegang maupun migrain mungkin terlihat sama. Namun, mengutip dari Muthmainnina AN, et al., (2022) dalam jurnal JPHV, ada sejumlah hal yang membedakan migrain dengan TTH.

Perbedaan pada Pola Nyeri

  • Tension Type Headache biasanya di kedua sisi kepala, nyeri terasa seperti ditekan atau diikat di sekitar kepala dan aktivitas sehari-hari biasanya masih dapat dilakukan.
  • Migrain terjadi pada satu sisi, pasien merasa sisinya berdenyut, dan membuat aktivitas fisik lebih berat

Pembeda dari Gejala Penyerta

Hal yang membedakan migrain dengan kondisi tension-type headache adalah penderita TTH mengalami tanda mual, sensitif dengan cahaya, dan terasa berat saat beraktivitas. 

Baca Juga: Migrain: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya Secara Alami

Apa Saja Pemicu Sakit Kepala Tegang yang Paling Sering?

Pemicu sakit kepala tegang setiap orang berbeda-beda. Ada beberapa pola umum yang sering muncul dari faktor-faktor tertentu.

Stres dan Beban Pikiran

NIDS menyatakan, pemicu utama sakit kepala tegang karena adanya faktor stres emosional. Stres dapat menyebabkan otot-otot di leher, wajah, kulit kepala, dan rahang berkontraksi bersamaan.

Kurang Tidur atau Kualitas Tidur Buruk

Publikasi NCBI menyebutkan, banyak bukti menghubungkan TTH dengan gangguan tidur, termasuk insomnia, kualitas tidur buruk, rasa ngantuk berlebihan saat siang hari, kurang tidur, dan kerja shift.

Postur Tubuh yang Salah

Sakit kepala tegang ada kaitannya dengan postur tubuh, misalnya ketika postur leher menekuk ketika menatap layar komputer, bermain game, atau membaca buku.

Saat bahu ikut membungkuk ke depan, beberapa area otot ikut mengencang. Kondisi ini dapat menimbulkan sakit kepala seperti diikat kencang.

Melewatkan Makan, Makanan Tertentu, dan Dehidrasi

Mengutip penelitian Journal of Pain Research (2018) di Malaysia, pola makan dan melewatkan makan menjadi faktor yang menyebabkan sakit kepala tegang. Bila orang tersebut juga memiliki gejala migrain, makanan tertentu, seperti cokelat, kafein, keju, dapat menambah nyeri sakit kepala.

Begitu pula saat Anda kekurangan cairan. NHS menyatakan bahwa dehidrasi dapat memicu terjadinya nyeri kepala. 

Pemakaian Obat Pereda Nyeri Terlalu Sering

Riwayat pemakaian obat pereda nyeri dapat menyebabkan munculnya sakit kepala tegang. Biasanya, penggunaan obat termasuk dalam pemeriksaan yang akan dilihat dari segi frekuensi pemakaian dan responnya.

Cara Mengatasi Sakit Kepala Tegang yang Aman

Anda tidak perlu khawatir saat mengalami sakit kepala tegang. Kondisi TTH bisa diatasi dengan langkah-langkah mudah, seperti yang dijelaskan NHS UK dan Mayo Clinic.

Penanganan Simpel untuk Nyeri Ringan

  • Perbanyak minum air
  • Lakukan peregangan ringan leher dan bahu
  • Perbanyak istirahat
  • Istirahat sejenak dari menatap layar dan aktivitas berat

Langkah Preventif supaya Tidak Mudah Kambuh

  • Atur posisi duduk agar leher dan bahu tidak membungkuk
  • Mengelola stres agar pikiran dan tubuh rileks
  • Atur pola makan secara teratur 
  • Cukupi kebutuhan air
  • Perbaiki kualitas tidur

Selain langkah-langkah di atas, Anda juga bisa mencatat frekuensi dan pemicu sakit kepala lewat catatan harian.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Sakit Kepala Usai Bangun Tidur, Cegah Hari Jadi Lesu

Kapan Sakit Kepala Tegang Perlu Diperiksa?

Sakit kepala tegang bukan kondisi gawat. Namun, terdapat tanda-tanda bahaya jika Anda merasakan gejala berikut ini:

Tanda Bahaya yang Tidak Aman Ditunda

  • Mengalami demam tinggi
  • Gangguan penglihatan hingga kesulitan berbicara
  • Merasa mengantuk dan kebingungan
  • Sakit kepala muncul secara mendadak
  • Sakit kepala disertai leher kaku
  • Sakit kepala disertai kejang dan melemahnya bagian tubuh
  • Sakit kepala setelah mengalami cedera otak

Ketika Nyeri Lebih Sering Muncul dari Biasanya

Jika Anda merasakan durasi sakit kepala yang sering muncul dalam hitungan hari, kondisi ini perlu pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini diperlukan untuk melihat apakah Anda mengalami sakit kepala kronik, sakit kepala lain, atau efek pemakaian obat tertentu.

Jika Sakit Kepala Tegang Sering Kambuh, GP+ Siap Membantu

Munculnya sakit kepala tegang dapat terjadi pada siapa saja. Jika frekuensi sakit kepala sering muncul sampai mengganggu aktivitas, temukan solusi penanganan terbaik kesehatan Anda bersama GP+.

GP+ akan membantu Anda menangani permasalahan sakit kepala melalui diagnosis terarah untuk meninjau apakah kondisi Anda termasuk sakit kepala tegang atau memiliki gejala penyerta lain.

Jadwalkan konsultasi hari ini untuk menemukan penanganan cepat dan tepat atas masalah sakit kepala yang Anda derita.

FAQ

1. Tension-type headache adalah?

Tension-type headache (TTH) adalah kondisi yang menyebabkan sensasi sakit kepala seperti diikat kencang. TTH terbagi dua jenis, yaitu gejala episodik dan kronik. Kondisi sakit kepala tegang umumnya terjadi pada siapa saja dengan intensitas ringan.  

2. Kenapa sakit kepala tegang terasa seperti diikat?

Sensasi sakit kepala seperti diikat kencang muncul karena area kepala dan leher mengalami ketegangan yang merata. 

3. Sakit kepala tegang bedanya dengan migrain apa?

Sakit kepala tegang terjadi di dua sisi kepala dan Anda masih bisa beraktivitas seperti jalan. Sementara itu, migrain ditandai dengan gejala mual, dapat terjadi di satu sisi, dan sensitif dengan cahaya.

4. Kapan sakit kepala seperti diikat harus ke dokter

Anda harus segera melakukan pemeriksaan bila gejala sakit kepala tegang disertai demam, gangguan penglihatan dan kesulitan bicara, durasinya menjadi per hari menerus, serta membuat leher kaku.

 

Referensi:

Share

Halo, Saya Dokter Rudy, Pendiri GP+

Dapatkan update terbaru seputar kesehatan dan manajemen nyeri langsung di inbox Anda. Masukkan nama dan email Anda untuk akses eksklusif dari GP+.

    Kategori

    Highlight Article