Telapak Kaki Sakit? Ini Penyebab dan Tips Meredakan Nyeri Telapak Kaki di Rumah!
Apakah Anda termasuk yang sering merasakan sakit di telapak kaki pada saat pertama melangkah setelah bangun dari tidur di pagi hari? Atau saat mencoba berjalan setelah duduk lama? Nyeri yang dirasakan bisa berupa sensasi tajam, tumpul, atau seperti terbakar, atau sekadar kesemutan. Kondisi nyeri di area telapak kaki ini bisa dirasakan semua orang, tua atau muda, laki-laki dan juga perempuan, pekerja kantor dan juga atlet.
Pada artikel ini, mari mengenal penyebab nyeri pada telapak kaki dan juga cara ampuh untuk mengatasinya.
7 Penyebab Umum Nyeri Telapak Kaki
1. Plantar fasciitis
Plantar fasciitis merupakan penyebab paling umum. Kondisi ini terjadi ketika plantar fascia yang merupakan jaringan ikat tebal di bawah kaki yang menopang lengkungan kaki dari tumit hingga jari-jari kaki mengalami peradangan. Bila Anda mengalami plantar fasciitis, biasanya nyeri yang dirasakan berupa nyeri tajam menusuk di dekat area tumit maupun area lain dari telapak kaki, terutama saat langkah pertama di pagi hari atau setelah lama beristirahat (duduk lama).
2. Kaki Datar (Flat Feet)
Orang-orang dengan bentuk kaki datar memiliki bentuk telapak kaki dengan lengkungan yang lebih mendatar atau kadang bahkan benar-benar rata menempel ke permukaan datar, sehingga dapat meningkatkan tekanan yang menimbulkan nyeri pada telapak kaki. Kondisi kaki datar dapat disebabkan oleh faktor genetik, cedera atau kelemahan tendon/ligamen, penuaan, atau kondisi medis lainnya seperti obesitas, diabetes, dan artritis.
3. Tendinitis
Peradangan pada tendon di kaki, seperti posterior tibial tendonitis (tendon yang menghubungkan sisi dalam pergelangan kaki dan telapak kaki) dapat menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada telapak kaki sehingga menyebabkan nyeri saat berjalan/berdiri.
4. Fraktur
Retakan kecil pada tulang kaki akibat tekanan berulang atau penggunaan berlebihan dapat menyebabkan nyeri menetap, termasuk pada area lengkungan telapak kaki.
5. Iritasi Saraf
Masalah saraf, termasuk saraf terjepit di area punggung bagian bawah atau kondisi neuropati, dapat menyebabkan sensasi terbakar atau nyeri menjalar pada telapak kaki.
6. Penggunaan Berlebihan dan Alas Kaki yang Tidak Mendukung
Memakai sepatu tanpa penopang lengkung telapak kaki yang baik, terutama dalam waktu lama, atau aktivitas berulang dapat memicu atau memperburuk nyeri telapak kaki saat berjalan/berdiri.
7. Kondisi Medis Lainnya
Kondisi peradangan sendi yaitu artritis, serta kondisi sistemik lainnya, misalnya pada orang-orang dengan diabetes mellitus, juga dapat berkontribusi terhadap nyeri di area telapak kaki.
Baca Artikel Lainnya: Jari-Jari Tangan Sakit : Apa Gejela dan Penyebab yang Paling Sering
6 Tips Meredakan Nyeri Telapak Kaki di Rumah
Anda bisa mencoba melakukan langkah-langkah di bawah ini:
- Istirahatkan dan tinggikan kaki saat beristirahat (boleh diganjal dengan 1 bantal)
- Kompres es selama kurang lebih 15 menit beberapa kali sehari
- Gunakan alas kaki (insole) penopang lengkungan kaki atau sepatu yang empuk
- Lakukan latihan ringan setiap hari seperti peregangan dengan handuk dan gerakan menggenggam dengan jari kaki
- Hindari berjalan tanpa alas kaki di permukaan keras
- Pertahankan berat badan ideal untuk mengurangi tekanan pada kaki
3 Latihan untuk Menguatkan Lengkungan Telapak Kaki
Latihan rutin membantu mencegah dan mengurangi nyeri kronis dengan memperbaiki fungsi kaki.
1. Menahan Handuk dengan Jari Kaki
Letakkan handuk di lantai dan gunakan jari kaki untuk menariknya ke arah Anda. Ulangi 10 kali untuk masing-masing kaki.
2. Peregangan Betis
Berdiri menghadap dinding dengan satu kaki di belakang, lurus dan tumit tetap menyentuh lantai. Tahan 30 detik, lalu ganti sisi.
3. Mengangkat Lengkungan Telapak Kaki
Dalam posisi duduk, letakkan kaki rata di lantai dan coba angkat bagian lengkungan tanpa mengangkat jari atau tumit. Tahan sebentar dan ulangi sebanyak 10 kali.
Terapi Minim Invasif untuk Nyeri Kaki Kronis
Jika nyeri berlangsung lebih dari 3 bulan, metode Myospan yang meliputi injeksi Coreflex dan injeksi Platelet-Rich Plasma (PRP) merupakan pilihan tindakan minim invasif untuk mengatasi plantar fasciitis.
Terapi Coreflex menggunakan kombinasi anestesi lokal, relaksan otot, dan komponen antiinflamasi untuk mengurangi peradangan pada plantar fascia. Sementara itu, terapi PRP melibatkan penyuntikan konsentrat trombosit dari darah pasien sendiri ke area yang terkena untuk merangsang perbaikan jaringan dan mempercepat pemulihan. Kedua metode ini menjadi alternatif non-bedah untuk meredakan nyeri dan memulihkan mobilitas.
Author: Tim Medis GP+ Medical & Paincare
Reviewer: dr. Lillian Elaine, MBBS, FSPCA




