Nyeri Otot di Seluruh Tubuh? Kenali Gejala hingga Penyebab Fibromialgia
Saat Anda kelelahan, badan kerap kali memberi sinyal berupa nyeri hingga pegal-pegal di seluruh titik. Namun, jika rasa nyeri otot seluruh tubuh menetap hingga berbulan-bulan, kondisi ini patut dipertanyakan.
Mengalami nyeri di beberapa titik tubuh dan tidak kunjung membaik merupakan tanda-tanda penyakit Fibromialgia. Kenali gejala, tanda-tanda, hingga penanganan Fibromialgia melalui artikel berikut.
Apa Itu Fibromialgia?
Dikutip dari Journal of Rheumatic Disease (JRD), Fibromialgia (FM) adalah kondisi nyeri kronik yang menyebar ke seluruh tubuh yang ditandai dengan kelelahan, tidur merasa kurang nyenyak, mengalami gangguan fokus, gangguan suasana hati, hingga kecemasan.
Selain mempengaruhi kualitas hidup, Fibromialgia bisa menetap hingga lebih dari tiga bulan.
Jika Nyeri Ototnya Menyebar, Kapan Harus Curiga Fibromialgia?
Fibromialgia termasuk gangguan muskuloskeletal ketiga yang paling umum terjadi. Menurut European Journal of Rheumatology, gangguan muskuloskeletal berarti nyeri menyebar pada bagian sistem muskuloskeletal termasuk dada, perut, dan pinggang.
Jika Anda mengalami tanda-tanda kelelahan, perubahan suasana hati, dan nyeri bermunculan di beberapa bagian tubuh, termasuk sakit kepala, hal ini menjadi tanda Fibromialgia. Anda memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Ketahui Gejala Fibromialgia yang Sering Dirasakan

Dikutip dari CDC dan Mayo Clinic, tanda-tanda Fibromialgia terbagi menjadi gejala inti dan gejala penyerta.
Gejala Utama
- Nyeri otot menyebar
- Kelelahan (fatigue)
- Tidak bisa tidur nyenyak atau bangun tidur tidak merasa segar
- Brain fog atau gangguan fokus
- Sakit kepala disertai migrain
Gejala Penyerta yang Sering Muncul
- Nyeri atau kram perut (IBS)
- Kecemasan
- Depresi
- Kram kaki
- Sindrom Pasca-COVID ,gejala utamanya meliputi kelelahan ekstrem (fatigue), sesak napas, nyeri sendi/otot serta gangguan tidur.
Kenapa Fibromialgia Membuat Badan Terasa Sakit di Mana-Mana?
Dilansir laman Mayo Clinic, penyakit nyeri otot secara menyeluruh ini dapat memengaruhi fungsi otak dan sumsum tulang belakang dalam memproses sinyal nyeri.
Alhasil, ketika mengalami Fibromialgia, tubuh Anda menjadi lebih sensitif dari biasanya. Rasa ngilu dan nyeri pun terasa ke seluruh badan.
Penyebab Fibromialgia dan Faktor yang Memicu Kekambuhan
Sampai saat ini, belum diketahui penyebab tunggal Fibromialgia. Beberapa penelitian menyebutkan ada beberapa faktor yang menyebabkan nyeri otot di seluruh tubuh muncul.
Riwayat Keluarga dan Faktor Genetik
Penelitian Jurado-Priego et al., dalam jurnal Biomedicines (2024) menyebutkan, riwayat penyakit Fibromialgia dalam suatu keluarga merupakan salah satu penyebabnya. Dengan demikian, faktor genetik pun menjadi salah satu pemicu penyakit nyeri otot seluruh tubuh ini.
Perempuan dan Rentang Usia Dewasa
Kemunculan Fibromialgia sering ditemui pada orang dewasa, terutama perempuan. Rasio perbandingan jumlah kasus perempuan dengan laki-laki sebesar 2:1.
Disebutkan dalam Jurnal Medula (2021), perbedaan rasio tersebut karena perempuan memiliki nilai ambang nyeri lebih rendah dibandingkan pria.
Kondisi Komorbid Saling Berkaitan
Kemunculan Fibromialgia diiringi oleh kondisi penyakit lain, seperti lupus, rheumatoid arthritis, atau osteoarthritis. Dampaknya, tubuh lebih sensitif terhadap nyeri otot di seluruh tubuh.
Gangguan Tidur
Dilansir Perhimpunan Reumatologi Indonesia (IRA), orang yang mengalami Fibromialgia berada dalam kondisi tidur yang disebut non-rapid eye movement (non-REM). Akibatnya, pasien dengan Fibromialgia sering bangun tanpa merasa segar, serta sensitivitas nyeri pun meningkat.
Stres Berkepanjangan
Jurnal Medula (2021) menyebutkan, stres berkepanjangan, seperti stres kronik (menumpuknya peristiwa stres harian) dan stres emosional (faktor lingkungan atau peristiwa) menjadi sumber munculnya Fibromialgia. Periode stres yang tinggi dapat menambah respons nyeri otot seluruh tubuh.
Cedera, Trauma, atau Repetitive Strain
Jika Anda pernah mengalami cedera, trauma, atau repetitive strain, seperti kecelakaan atau olahraga berat, Fibromialgia juga dapat muncul karena adanya tekanan berulang.
Infeksi atau Kejadian Medis Tertentu
Infeksi atau kejadian medis tertentu dapat menjadi salah satu pemicu Fibromialgia datang. Namun, hal ini tidak terjadi pada setiap orang dan perlu adanya diagnosis klinis lebih lanjut.
Baca Artikel Lainnya:
Apakah Fibromialgia Dapat Disembuhkan?
Belum ada penyembuhan tunggal untuk Fibromialgia. Akan tetapi, diansir laman CDC, nyeri otot seluruh badan yang satu ini dapat diatasi dengan pengobatan medis, perawatan diri, hingga obat-obatan.
Cara Membedakan Fibromialgia dari Kondisi Lain yang Mirip
Terdapat perbedaan pola nyeri pasien Fibromialgia dengan kondisi medis lain yang mirip. Mengutip jurnal Diagnostics (2024) dan laman Very Well Health, berikut perbedaan penyakit lain dengan Fibromialgia.
Bedanya dengan Infeksi Akut atau Flu
Infeksi akut bisa menimbulkan nyeri. Namun, infeksi akut muncul secara mendadak dengan gejala demam atau sakit kepala. Begitu juga dengan gejala flu.
Sementara itu, Fibromialgia ditandai dengan nyeri kronis yang dapat menetap sampai tiga bulan.
Bedanya dengan Hipotiroidisme
Kekurangan hormon tiroid dapat menyebabkan metabolisme lambat. Akibatnya, terjadilah hipotiroidisme. Kondisi ini menyebabkan kelelahan, sensitivitas dengan dingin, dan gangguan suasana hati.
Di sisi lain, Fibromialgia dapat ditinjau dari rasa kelelahan, penyebaran nyeri badan, insomnia, perubahan berat badan, hingga sensitivitas terhadap suhu.
Bedanya dengan Penyakit Autoimun
Pasien dengan autoimun dapat dikenali dengan gejala ruam di kulit, merasa tidak enak badan, hingga peradangan sendi. Kemunculan Fibromialgia biasanya tidak menunjukkan peradangan sendi, tetapi dapat muncul bersamaan penyakit autoimun, seperti lupus.
Baca Artikel Lainnya: Migrain: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya Secara Alami
Pemeriksaan Apa yang Biasanya Dilakukan?
Sebagaimana Fibromialgia tidak berasal dari satu gejala saja, perlu dilakukan pemeriksaan untuk menilai pola nyeri yang dialami penderita.
Kriteria ACR 2016
Salah satu pemeriksaan Fibromialgia dapat dilakukan melalui metode ACR 2016. Dijelaskan dalam jurnal Disentangling Diagnosis and Management of Fibromialgia (2022), kriteria ACR 20216 menjadi pengukur Fibromialgia yang dipakai dokter masa kini.
ACR 2016 memiliki asesmen perhitungan kombinasi dari penyebaran dan durasi nyeri, sebaran nyeri, dan tingkat keparahan gejala yang mengikuti seperti kelelahan atau masalah pola tidur.
Tes Pemeriksaan lain
Tes pemeriksaan lain meliputi tes darah atau tes laboratorium serta peninjauan klinis lebih lanjut biasanya dibutuhkan untuk menyingkirkan diagnosis banding lainnya.
Cara Menangani Fibromialgia supaya Nyeri Lebih Terkendali
Penanganan Fibromialgia masih bisa diatasi melalui berbagai aktivitas berikut ini.
Melakukan Aktivitas Fisik Secara Bertahap
Mulailah dengan aktivitas fisik seperti olahraga ringan, contohnya jalan kaki dan peregangan secara bertahap.
Perbaikan Kualitas Tidur dan Manajemen Stres
Karena pola tidur yang berantakan dapat meningkatkan respon nyeri, penting bagi Anda untuk memperbaiki kualitas tidur. Jangan lupa agar tidak sampai terlalu stres dengan belajar mengelola stress, misalnya dengan meditasi atau melakukan latihan pernapasan.
Terapi Tambahan
Terapi farmakologis dapat membantu menyembuhkan rasa nyeri. Anda juga dapat melakukan terapi psikologis, seperti CBT, guna memperbaiki kondisi psikologis dan kualitas tidur.
Baca Juga: Cara Mengatasi Badan Pegal di Rumah Setelah Seharian Beraktivitas!
Kalau Nyeri Seluruh Badan Mengganggu, GP+ Siap Membantu
Jika Anda merasakan gejala nyeri otot seluruh tubuh disertai kelelahan mengalami gangguan tidur lebih dari tiga bulan, atasi keluhan Anda bersama GP+.
GP+ akan membantu memetakan pola gejala, penyebab lain, hingga sumber keluhan nyeri tubuh dengan penanganan dari ahlinya. Segera tangani nyeri otot Anda bersama GP+ dengan menjadwalkan konsultasi melalui WhatsApp untuk penanganan lebih lanjut.
FAQ
1. Fibromialgia penyakit apa?
Fibromialgia adalah kondisi nyeri kronik yang menetap disertai rasa lelah, tidur tidak nyenyak, dan gangguan konsentrasi. Saat mengalami Fibromialgia, seluruh tubuh akan terasa sensitif.
2. Fibromialgia disebabkan oleh apa?
Penyebab tunggal atau utamanya belum diketahui. Namun, penelitian menunjukkan bahwa Fibromialgia berkaitan dengan stres, gangguan tidur, hingga cedera berulang pada sebagian orang.
3. Apa gejala Fibromialgia?
Gejala yang paling khas dari kondisi ini menetap lebih dari tiga bulan lamanya disertai rasa lelah, tidur tidak nyenyak, perubahan suasana hati, hingga brain fog atau kurang fokus.
4. Apakah Fibromialgia bisa sembuh?
Sampai saat ini, belum ada satu pengobatan yang membuat penyakit ini hilang total. Akan tetapi, gejala yang dirasakan dapat dikelola melalui aktivitas fisik ringan, perbaikan pola tidur, hingga tindakan medis.
Author: Tim Medis GP+ Medical & Paincare
Reviewer: dr. Lillian Elaine, MBBS, FSPCA
Referensi:
- Centers for Disease Control and Prevention. (25 Januari 2024). Fibromialgia. https://www.cdc.gov/chronic-disease/Fibromialgia/index.html
- MSD Manual Professional Edition. (Februari 2026). Fibromialgia. https://www.msdmanuals.com/professional/musculoskeletal-and-connective-tissue-disorders/bursa-muscle-and-tendon-disorders/Fibromialgia
- Mayo Clinic. (26 April 2026). Fibromialgia: Diagnosis and treatment. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/Fibromialgia/diagnosis-treatment/drc-20354785
- Wu, E., Brener, A., Hiser, J. K. D., Hill, D. L. K., & Farmer, J. O. (2025). Fibromialgia: Update on Pathogenesis and Management. European Journal of Rheumatology, 12(4), e25032. Diakses dari https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12771013/
- Farisi, M. A., Muhartono, Setiorini, A., & Ansor, M. P. (2021). Fibromialgia: Tinjauan pustaka. Medula, 11(1), 63–76. Journal of MEDULA, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Diakses dari https://journalofmedula.com/index.php/medula/article/download/184/168
- Kang J, Choi S, Park D, Lee S. Disentangling Diagnosis and Management of Fibromialgia. J Rheum Dis 2022;29:4-13. Diakses dari https://www.jrd.or.kr/journal/view.html?doi=10.4078/jrd.2022.29.1.4
- Jurado-Priego LN, Cueto-Ureña C, Ramírez-Expósito MJ, Martínez-Martos JM. Fibromialgia: A Review of the Pathophysiological Mechanisms and Multidisciplinary Treatment Strategies. Biomedicines. 2024; 12(7):1543. Diakses dari https://www.mdpi.com/2227-9059/12/7/1543
- D’Amuri, A., Greco, S., Pagani, M., Presciuttini, B., Ciaffi, J., & Ursini, F. (2024). Common Non-Rheumatic Medical Conditions Mimicking Fibromialgia: A Simple Framework for Differential Diagnosis. Diagnostics (Basel, Switzerland), 14(16), 1758. Diakses dari https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11354086/
- Perhimpunan Reumatologi Indonesia (n.d). Fibromialgia: Causes, Diagnosis, Symptoms & Treatment. Diakses dari https://reumatologi.or.id/en/Fibromialgia-causes-diagnosis-symptoms-treatment/




