Categories: Artikel

Nyeri Leher dan Pundak: Apa Bedanya jika Menjalar ke Pundak Kanan atau Kiri?

Published On: Maret 17, 2026

Nyeri leher dan pundak sering dialami oleh orang dewasa hingga lansia, terutama setelah aktivitas padat. Awalnya, leher terasa kaku, kemudian nyerinya perlahan menjalar ke puncak pundak dan lebih dominan di satu sisi. Akibatnya, aktivitas seperti menoleh, mengangkat tangan, atau menyetir terasa tidak nyaman.

Melalui artikel ini, Anda akan memahami penyebab nyeri leher dan pundak yang paling sering, perbedaan keluhan kanan dan kiri, langkah aman di rumah, serta kapan butuh pemeriksaan tim medis.

Apa Arti Nyeri Leher yang Menjalar ke Pundak?

Nyeri leher yang menjalar ke pundak dapat terjadi dikarenakan adanya gangguan dari salah satu struktur di area tersebut, misalnya: otot, sendi, atau saraf yang saling berhubungan di area leher maupun pundak.

Secara sederhana, ada tiga pola sensasi yang paling umum dialami oleh orang-orang:

  1. Nyeri otot pegal kaku: Terasa berat di puncak pundak, seperti tertarik dan kencang.
  2. Nyeri sendi leher kencang: Lebih sakit saat menengadah atau memutar kepala
  3. Nyeri saraf panas menjalar: Terasa seperti kesetrum hingga lengan, disertai kebas.

Penyebab Nyeri Leher Menjalar ke Pundak

Penyebab nyeri leher yang menjalar ke pundak biasanya bisa dikenali dari pola rasa nyeri dan gerakan yang memicu. Misalnya, apakah nyeri lebih terasa saat Anda menoleh atau menengadah? Atau, justru muncul saat mengangkat lengan? 

Selain itu, perhatikan juga apakah ada sensasi menjalar disertai kebas atau kesemutan. Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi.

1. Ketegangan Otot 

Ketegangan otot adalah penyebab nyeri leher menjalar ke pundak yang sangat umum. Penderita umumnya merasakan sensasi seperti pegal berat di puncak pundak, lalu leher ikut kaku saat menoleh. 

Kondisi ini sering muncul setelah duduk lama di depan layar atau bekerja dengan posisi yang sama berjam-jam. Pernah merasa nyeri saat ditekan di puncak bahu atau tepi leher?

Umumnya keluhan membaik dengan kompres hangat, pijatan ringan, dan peregangan pelan. Karena itu, sebagai langkah awal, coba atur ulang postur kerja dan beri jeda gerak secara berkala.

2. Gangguan Sendi Leher

Nyeri bisa berasal dari sendi leher. Polanya biasanya terasa nyeri di leher belakang sampai pundak, dan cenderung lebih tajam saat Anda menengadah atau memutar kepala ke sisi yang sakit.

Seiring bertambahnya usia, perubahan pada sendi leher memang bisa membuat kekakuan lebih sering muncul. Jadi, apabila setiap menoleh terasa “terkunci”, ini menjadi salah satu sinyal bahwa ada masalah di sendi Anda.

Untuk sementara, hindari gerakan ekstrem dan lakukan peregangan ringan sesuai batas nyaman Anda.

3. Iritasi Saraf Leher (Radikulopati Servikal)

Berbeda lagi jika nyeri terasa panas atau seperti kesetrum dari leher ke pundak, lalu menjalar sampai lengan. Bisa jadi ada iritasi pada saraf leher Anda. Keluhan ini bahkan sering disertai kesemutan, kebas, atau rasa lemah.

Biasanya, jalurnya konsisten—dari leher turun mengikuti satu sisi lengan—dan sering kali dipicu posisi leher tertentu.

Jika Anda pernah merasakan pola seperti ini, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter karena gejala saraf perlu perhatian lebih cepat.

Masalah Bahu yang Terasa seperti Nyeri Leher

Perlu Anda ketahui pula bahwa tidak semua nyeri leher dan pundak bersumber dari leher. Bila nyeri paling dominan di bahu dan makin sakit saat mengangkat atau memutar lengan, kemungkinan masalahnya justru ada di bahu.

Dalam kondisi ini, gerakan leher biasanya bukan menjadi aktivitas pemicu keluhan. Jadi, penting membedakan mana yang lebih dominan, leher atau bahu, supaya penanganannya efektif.

Nyeri Menjalar ke Pundak Kanan vs Kiri: Kenapa Bisa Beda?

Secara struktur, sisi kanan dan kiri pundak sebenarnya mirip. Akan tetapi, kebiasaan sehari-hari sering membuat satu sisi bekerja lebih keras. 

Contohnya seperti tangan dominan saat memakai mouse, kebiasaan membawa tas di satu bahu, atau posisi menyetir yang tidak seimbang. Karena itu, sisi yang lebih sering dipakai cenderung lebih mudah tegang.

Jika nyeri leher dan pundak sebelah kanan

Sering kali keluhan ini berkaitan dengan penggunaan tangan kanan. Bahu kanan bisa tanpa sadar terangkat saat memakai mouse atau menahan posisi tertentu saat menyetir. Selain itu, membawa tas di bahu kanan juga menambah beban satu sisi.

Sebagai langkah kecil, coba ubah posisi mouse, gunakan sandaran lengan, dan seimbangkan beban tas. Lalu amati selama beberapa hari; jika nyerinya berkurang, berarti pemicunya memang dari kebiasaan tersebut.

Jika nyeri leher dan pundak sebelah kiri

Di sisi lain, nyeri leher yang menjalar ke pundak kiri sering dipicu beberapa faktor, di antaranya

  • tidur miring satu sisi,
  • ponsel di tangan kiri,
  • beban tas satu bahu, dan
  • postur kerja yang tidak simetris.

Namun, pada kalangan dewasa dan lansia, Anda juga perlu waspada. Jika nyeri leher dan pundak kiri disertai nyeri dada, sesak, keringat dingin, mual, atau nyeri menjalar ke rahang dan lengan, kondisi ini perlu dianggap darurat dan segera diperiksakan.

Penting Mengetahui Pola Nyeri Leher yang Muncul

Memang, rasa nyeri di pundak kanan atau kiri bisa menjadi gejala atau “alarm” tubuh bahwa ada ketegangan atau cedera tertentu. Namun, sisi yang sakit saja tidak cukup untuk dijadikan sebagai dasar diagnosis.

Karena itu, Anda tetap perlu melihat pola nyerinya. Apakah muncul saat menoleh, menengadah, atau mengangkat lengan? Apakah ada sensasi menjalar, kebas, atau kesemutan? Semua ini membantu membaca sumber keluhan dengan lebih tepat.

Apabila nyeri makin berat atau terasa berbeda dari biasanya, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan medis yang tepat supaya mendapatkan penanganan lebih aman.

Tanda Bahaya yang Tidak Aman Ditunda

Sebagian besar nyeri leher yang menjalar ke pundak memang bisa membaik sendiri. Namun, ada kondisi tertentu yang tidak aman jika ditunda. 

Berikut beberapa red flags yang perlu diperhatikan:

  • Nyeri menjalar ke lengan disertai kebas atau kelemahan yang makin berat, misalnya, tangan terasa makin lemah atau sering menjatuhkan barang.
  • Kebas atau mati rasa yang meluas dan tidak membaik. Area mati rasa terasa makin luas dari hari ke hari.
  • Gangguan keseimbangan. Tubuh terasa goyah saat berjalan atau mudah kehilangan keseimbangan.
  • Sulit mengontrol buang air kecil atau besar. Kondisi ini tidak boleh diabaikan.
  • Nyeri leher sangat tajam yang muncul tiba-tiba, terutama setelah jatuh, kecelakaan, atau gerakan mendadak.

Selain itu, nyeri leher dan pundak, terutama sisi kiri, disertai nyeri dada, atau sesak napas, tidak boleh dianggap sepelet. Pastikan untuk memperoleh penanganan yang cepat untuk mencegah risiko serius.

Baca Juga: Kenapa Bahu Terasa Pegal dan Berat? Simak Penjelasan Lengkapnya!

Cara Mengatasi Nyeri Leher dan Pundak

Apabila keluhan masih ringan dan terasa dominan di otot, beberapa langkah sederhana berikut bisa Anda coba di rumah. 

1. Kurangi Posisi Menunduk Terlalu Lama

Hampir seluruh kegiatan manusia zaman sekarang melibatkan gadget, seperti ponsel ataupun laptop, baik untuk bekerja ataupun bermain. Tak jarang, selama berinteraksi dengan gawai-gawai tersebut, leher menunduk dalam jangka waktu yang tidak sebentar.

Usahakan layar sejajar dengan pandangan mata agar leher tidak terus-menerus menekuk. Selain itu, atur posisi mouse dan sandaran tangan supaya bahu tidak terangkat tanpa sadar.

2. Kompres Hangat ketika Otot Kaku dan Pegal

Suhu hangat membantu otot lebih rileks. Namun, jika nyeri terasa baru dan agak meradang, kompres dingin singkat juga bisa dicoba sesuai kenyamanan Anda.

3. Lakukan Peregangan Ringan pada Leher dan Otot Pundak Atas

Peregangan sederhana yang rutin cukup efektif untuk membantu meredakan nyeri. Lakukan secara perlahan, tanpa dipaksa, dan dihentikan bila terasa makin sakit. sudah membantu, lho.

4. Perbaiki Pemicu yang Paling Sering

Sering kali, sumber masalah ada pada kebiasaan harian. Saat bekerja, pastikan

  • layar sejajar dengan mata agar leher tidak menunduk lama;
  • mouse dan keyboard lebih dekat agar bahu tidak terangkat;
  • lengan disandarkan dengan nyaman; dan
  • beri jeda gerak bagi tubuh tiap 30–60 menit, meski hanya berdiri dan meregang sebentar.

Saat menyetir, atur kursi agar punggung tersangga dan bahu tidak menahan posisi tegang. Sementara itu, saat tidur, pilih bantal yang menjaga leher tetap sejajar dengan tulang belakang. Hindari posisi yang membuat leher menekuk semalaman karena tanpa sadar otot bisa tegang berjam-jam.

5. Gerakan dan Latihan Ringan yang Aman Dicoba

Beberapa latihan ringan berikut bisa membantu meredam nyeri jika dilakukan dengan benar:

  • Peregangan trapezius atas: Miringkan kepala perlahan ke satu sisi, tahan beberapa detik, lalu ganti sisi.
  • Peregangan levator scapulae: Tundukkan kepala sedikit ke arah ketiak, lalu beri tekanan ringan dengan tangan.
  • Chin tuck: Tarik dagu ke belakang perlahan tanpa menunduk, seperti membuat “double chin” ringan.
  • Scapular retraction: Tarik kedua bahu ke belakang secara perlahan, tahan beberapa detik, lalu lepaskan.

Lakukan dengan lembut dan bertahap. Jika muncul nyeri tajam atau sensasi menjalar ke lengan, latihan sebaiknya dihentikan dan kondisi perlu mendapat evaluasi medis lebih lanjut.

Atasi Nyeri Leher dan Pundak Berulang dengan Layanan GP+ 

Jika nyeri leher dan pundak semakin mengganggu aktivitas keseharian, pemeriksaan oleh tim medis profesional lebih disarankan. Apalagi, jika keluhan muncul di sisi yang sama berulang kali, tentu Anda ingin solusi yang lebih aman dan tuntas, bukan? 

Di GP+ Medical & Paincare, keluhan akan diperiksa secara menyeluruh untuk membedakan apakah nyeri dominan berasal dari otot, sendi leher, saraf, atau bahu. 

Setelah itu, rencana penanganan disusun bertahap guna mengurangi nyeri, memperbaiki fungsi gerak, dan membantu mencegah nyeri kambuh lagi. Jadi, Anda bisa merasa lebih nyaman hari ini, juga lebih siap beraktivitas tanpa dihantui nyeri yang sama.

Kunjungi situs resmi GP+ sekarang untuk mengetahui lebih lanjut informasi tentang Layanan Keluhan Nyeri Leher kami. Hubungi tim kami melalui WhatsApp dan jadwal konsultasi sesuai kebutuhan Anda.

FAQ

1. Kenapa Bagian Pundak dan Leher Terasa Sakit?

Nyeri leher dan pundak paling sering muncul karena otot bekerja terlalu lama dalam posisi yang sama. Bila terasa seperti kesetrum dan menjalar ke lengan, kemungkinan ada gangguan saraf.

2. Apakah Pundak Sakit karena Kolesterol?

Kolesterol tidak langsung menyebabkan nyeri pundak. Namun, nyeri sisi kiri disertai nyeri dada atau sesak perlu dianggap darurat.

3. Cara Mengobati Sakit Bahu dan Leher?

Untuk mengobati sakit bahu dan leher, perbaiki postur, beri jeda gerak, kompres hangat saat kaku, dan lakukan peregangan ringan. Jika keluhan tidak membaik, periksakan diri ke dokter.

4. Apa Penyebab Nyeri di Leher dan Bahu?

Jika memburuk saat menoleh, sumber masalahnya kemungkinan dari leher. Jika dominan saat mengangkat lengan, masalahnya bisa jadi dari bahu. Jika terasa panas dan menjalar, kemungkinan saraf yang bermasalah.

Author: Tim Medis GP+ Medical & Paincare
Reviewer: dr. Lillian Elaine, MBBS, FSPCA

Referensi: 

Share

Halo, Saya Dokter Rudy, Pendiri GP+

Dapatkan update terbaru seputar kesehatan dan manajemen nyeri langsung di inbox Anda. Masukkan nama dan email Anda untuk akses eksklusif dari GP+.

    Kategori

    Highlight Article