Mengenal Postur Tubuh dan Perannya!
Postur adalah posisi yang dapat menopang tubuh saat duduk, berdiri, atau berbaring. Postur tubuh yang baik didapatkan dari adanya keselarasan antara bagian tubuh dengan otot-otot, sehingga distribusi beban tubuh tersebar merata. Postur juga bisa dikategorikan menurut 3 konsep, yaitu konsep spasial, konsep anti-gravity, konsep keseimbangan (balance). Kita dapat mendefinisikan postur sebagai posisi yang mempertahankan keseimbangan dengan stabilitas tertinggi, konsumsi energy terendah, dan stress minimal dari struktur anatomi.
Akibat dari postur tubuh yang buruk menimbulkan distribusi beban tubuh yang tidak merata, bahkan berpotensi merubah penampilan seseorang dan menimbulkan keluhan seperti nyeri leher dan punggung.
Faktor yang dapat mempengaruhi postur tubuh
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi postur tubuh. Faktor-faktor tersebut seperti kelainan anatomis, kelainan fisiologis, kehamilan, usia lanjut, pekerjaan, status sosial, kehidupan sehari-hari misalkan cara berpakaian, penggunaan tas, atau model kursi yang digunakan serta kebiasaan olahraga.
Pada manusia ada 3 lengkungan fisiologis yang menjaga keseimbangan tulang belakang. Bagian cervical (leher) dan lumbar (punggung bawah) lordosis ke depan dan bagian thorak (punggung atas) kifosis. Perkembangan fungsi postural selesai saat usia sekitar 11 tahun dan menetap stabil hingga usia 65 tahun.
Keseimbangan tubuh merupakan interaksi antara struktur utama dan struktur sekunder tubuh manusia. Struktur utama meliputi organ vestibular, cerebellum (otak kecil), korteks serebri, dan formasi reticular. Struktur sekunder meliputi eksteroseptor (taktil dan tekanan) berlokasi di bawah kaki, reseptor penglihatan (visual), dan proprioseptor di tendon, kapsul sendi dan otot.
Terdapat hubungan antara patologi postural dengan gejala nyeri pada tubuh kita namun tidak spesifik. Gejala utama dari patologi postural muncul dengan keluhan sakit kepala, nyeri pada tulang belakang (nyeri leher, nyeri bahu, nyeri punggung bawah), nyeri di lengan, nyeri di tungkai, kesulitan melakukan aktifitas sehari-hari. Kelainan postural yang berhubungan dengan gangguan di atas bisa karena luka akibat cedera, proses peradangan, deformitas baik bawaan lahir ataupun yang didapat, proses degenerasi dan tumor.
Baca Artikel Lainnya: Sindrom Nyeri Miofasial: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya
Self – Check Postur Tubuh di Rumah
Anda bisa melakukan pemeriksaan postur mandiri di rumah tanpa alat khusus. Anda membutuhkan satu partner untuk membantu mengukur dengan penggaris atau pita ukur. Pertama, berdiri membelakangi dinding dengan kepala menyentuh dinding. Tempatkan tumit 15 cm (6 inci) dari dinding. Bagian bokong Anda dan kedua bahu Anda seharusnya menyentuh dinding. Partner Anda akan mengukur jarak antara leher dan dinding. Partner juga akan mengukur jarak antara dinding dan punggung.
Kedua pengukuran di atas seharusnya kurang dari 2 inci (5 cm). Jika hasil pengukuran melebih 2 inci, ada kemungkinan Anda mengalami gangguan postur. Bila hasil pengukuran demikian disertai dengan nyeri, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter di GP+ Medical & Paincare.
Dapatkan Perawatan Nyeri PRP Profesional di GP+ Medical & Paincare
Bila di sertai dengan nyeri, bisa ke klinik berafiliasi dengan Singapore Paincare Academy, GP+ Medical & Paincare. Yang menerapkan metode terapi berbasis sains seperti MYOSPAN™ dan Painostic®. Dua pendekatan ini memungkinkan dokter menganalisis sumber masalah secara menyeluruh hingga ke akar penyebabnya.
GP+ Medical & Paincare juga didukung oleh teknologi terkini serta tim dokter spesialis yang terlatih menangani kasus nyeri muskuloskeletal, cedera olahraga, dan pemulihan jaringan. Semua prosedur dilakukan di lingkungan yang aman, steril, dan sesuai dengan protokol medis terkini.
Jika Anda ingin menjalani perawatan PRP yang efektif, aman, dan terukur hasilnya, jadwalkan konsultasi langsung dengan tim GP+ melalui WhatsApp atau kunjungi situs resmi GP+.
Author: Tim Medis GP+ Medical & Paincare
Reviewer: dr. Prianto, FSPCA




