Categories: Artikel

Kaki Sering Kesemutan Tidak Kunjung Hilang? Waspadai Gangguan Saraf!

Published On: Februari 23, 2026

Setelah duduk lama, kaki bisa menjadi kesemutan. Sensasi seperti ditusuk-tusuk atau mati rasa yang muncul merupakan kondisi yang biasa. Namun, jika kaki sering kesemutan dan tidak kunjung hilang, Anda harus waspada karena bisa jadi itu merupakan salah satu tanda adanya gangguan kesehatan pada tubuh.

Jika Anda tergolong usia dewasa dan lanjut usia (lansia), kesemutan yang tak lekas sembuh bisa menjadi pertanda adanya gangguan pada saraf, peredaran darah yang kurang lancar, hingga kemungkinan penyakit metabolik, seperti diabetes.

Penyebab Kaki Sering Kesemutan

Ilustrasi kaki kesemutan

Secara umum, kesemutan bisa terjadi karena beberapa faktor. Namun, untuk kasus kaki sering kesemutan kronis, terutama yang menghantui orang dewasa dan lansia, gangguan pada neuropati perifer atau saraf tepi bisa menjadi penyebabnya.

Selengkapnya, berikut beberapa penyebab kaki sering kesemutan, mulai dari alasan ringan sampai kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

1. Duduk atau Berdiri Terlalu Lama

Penyebab paling umum kesemutan adalah karena duduk atau berdiri terlalu lama, seperti bersila atau posisi menekuk yang terlalu lama. Kondisi ini biasanya membuat aliran darah ke kaki bisa terhambat sementara dan timbullah rasa kesemutan.

Kesemutan karena hal ini akan hilang dalam beberapa menit, tidak disertai nyeri hebat, tidak sering kambuh, dan tentunya tidak berbahaya. Jika Anda merasakan kesemutan sesaat setelah duduk dan kemudian hilang, maka kondisi tersebut tergolong wajar.

2. Saraf Kejepit

Kaki sering kesemutan juga bisa disebabkan oleh saraf kejepit di area tulang belakang. Saraf kejepit di tulang belakang pada bagian bawah kerap menyebabkan kesemutan yang rasanya tidak kunjung hilang. Adapun beberapa gejalanya meliputi kesemutan menetap di area tertentu, nyeri yang menjalar, dan kadang disertai melemahnya otot.

3. Neuropati Perifer

Neuropati perifer merupakan kerusakan pada saraf tepi yang lazim dialami penderita diabetes atau kalangan lansia. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa kesemutan, mati rasa, nyeri seperti tersengat listrik, dan sensasi terbakar. Kondisi ini biasanya berkembang secara perlahan dan sering tidak disadari pada tahap awal.

4. Penyakit Diabetes

Diabetes juga bisa menjadi salah satu penyebab kaki sering kesemutan. Pasalnya, kadar gula darah yang tinggi bisa memicu komplikasi berupa kerusakan saraf tubuh atau neuropati diabetik, terutama di bagian saraf tepi pada kaki.

Komplikasi ini biasanya menimbulkan beberapa gejala, mulai dari kulit gatal, dehidrasi, sering buang air kecil, mulut kering, hingga tangan dan kaki merasa kesemutan atau mati rasa.

5. Kekurangan Vitamin B12

Kesemutan pada kaki ataupun tangan bisa menandakan defisiensi atau kekurangan vitamin B12. Vitamin B12 berperan dalam proses pembentukan sel darah merah dan pengoptimalan fungsi saraf.

Orang dewasa dianjurkan untuk mendapatkan asupan vitamin B12 sebanyak 4 mikrogram per harinya. Vitamin ini bisa didapatkan dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin B12, seperti salmon, susu sapi murni, tuna, daging merah, dan telur.

6. Adanya Gangguan pada Peredaran Darah

Kaki kesemutan bisa juga dikarenakan peredaran darah yang terganggu. Kondisi seperti ini biasanya dialami oleh lansia karena elastisitas pembuluh darah mulai berkurang seiring bertambahnya usia.

7. TTS (Tarsal Tunnel Syndrome)

Tarsal Tunnel Syndrome merupakan kondisi ketika saraf tibialis—saraf yang membentang di sepanjang bagian dalam pergelangan kaki—tertekan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh keseleo,  telapak kaki yang datar atau terlalu melengkung, hingga radang sendi. Orang yang mengalami TTS umumnya mengalami nyeri, mati rasa, dan juga kesemutan di kaki. 

8. Autoimun

Sindrom Guillain-Barré merupakan salah satu penyakit autoimun penyebab kaki sering kesemutan. Meskipun jarang terjadi, kelainan autoimun yang satu ini bisa dibilang cukup serius karena biasanya sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel saraf sehat di sistem saraf tepi.

Sindrom Guillain-Barré sendiri belum diketahui pasti penyebabnya. 

Apa Perbedaannya dengan Kesemutan Biasa?

Kesemutan yang cepat hilang biasanya tidak berbahaya; ini biasanya akibat terlalu lama berdiri, duduk bersila, ataupun jongkok. Namun, jika Anda sering kesemutan dan sensasinya lama hilang, maka Anda wajib waspada.

Kesemutan biasa umumnya terjadi sesekali, tidak terasa nyeri, dan cepat hilang dalam beberapa menit. Di sisi lain, kesemutan yang patut diwaspadai menunjukkan tanda-tanda, seperti sensasi ditusuk-tusuk yang tidak hilang, sering muncul, dibarengi dengan nyeri, lemah otot, dan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Cara Mencegah dan Mengatasi Kaki Sering Kesemutan

Penanganan terhadap kaki yang sering kesemutan bergantung pada kondisi yang dialami—ringan atau berat—dan penyebabnya. Namun, beberapa cara berikut bisa membantu Anda mengurangi keluhan kesemutan yang dialami.

1. Melakukan Olahraga Ringan

Olahraga, seperti melakukan peregangan, senam ringan, dan jalan kaki, efektif membantu melancarkan peredaran darah sehingga mencegah terjadinya kesemutan.

2. Mengubah Posisi Tubuh

Rasa kesemutan yang terjadi karena duduk terlalu lama bisa diatasi dengan mengubah posisi tubuh, misalnya berdiri sejenak, menggerak-gerakkan kaki, atau melakukan peregangan ringan.

3. Mengompres Hangat Bagian yang Kesemutan

Kompres hangat bisa membantu meredakan kesemutan karena selain membantu mengurangi rasa tidak nyaman, cara ini juga dapat melancarkan aliran darah.

4. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Mengonsumsi makanan yang bergizi sangat membantu dalam mengurangi rasa kesemutan, terutama makanan yang baik untuk saraf, seperti kacang-kacangan, ikan, telur, dan sayuran hijau. Mendapatkan nutrisi yang cukup dapat menjaga kesehatan saraf serta mencegah terjadinya neuropati.

5. Melakukan Pemeriksaan Medis

Jika kesemutan di kaki atau di area lain tidak hilang dan terus berlanjut selama beberapa hari, segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan beberapa rangkaian, mulai dari tes darah, pemeriksaan radiologi, dan pemeriksaan saraf. Tujuan prosedur ini adalah untuk mengetahui penyebab pastinya.

Anda dapat melakukan pemeriksaan medis atas kesemutan yang Anda alami di Klinik GP+. Tim medis kami akan mengidentifikasi penyebab dari kesemutan maupun nyeri kaki yang Anda alami melalui pendekatan eksklusif yang menghasilkan diagnosis akurat.

Apabila kondisi Anda memerlukan penanganan medis, pengerjaannya bisa berlangsung cepat, tanpa harus operasi ataupun rawat inap. Meski begitu, kami tetap memprioritaskan penanganan yang optimal dan memberikan efek jangka panjang sehingga pemulihan bertahan lama dan kualitas hidup menjadi lebih baik.

Baca Juga: Kaki Sering Pegal? Ketahui Penyebab dan Cara Mencegahnya

Pulihkan Kenyamanan Bergerak dengan Penanganan yang Tepat

Kesemutan sebenarnya adalah kondisi umum yang banyak dialami orang setelah duduk, jongkok, atau berdiri terlalu lama. Namun, kondisinya sudah tidak umum lagi apabila sering terjadi, tidak kunjung hilang, dan disertai nyeri.

Jika dibiarkan dan tidak segera ditangani, kesemutan yang tidak lekas sembuh sangat mungkin bertambah parah dan menghambat aktivitas sehari-hari. Untuk itu, apabila gejalanya sudah mulai memburuk, periksakan diri Anda ke Klinik GP+ Medical & Paincare untuk mendapatkan penanganan komprehensif atas kesemutan dan nyeri di kaki Anda.

Sehat tidak boleh menunggu sampai nanti-nanti. Segera jadwalkan pemeriksaan di GP+Medical & Paincare melalui layanan WhatsApp resmi kami dan bebaskan kaki Anda dari rasa nyeri dan kesemutan yang mengganggu.

FAQ

1. Apakah kesemutan berbahaya?

Tergantung; bisa berbahaya, bisa juga tidak. Kesemutan yang timbul sesaat karena terlalu lama bersila atau jongkok, misalnya, tentu tidak berbahaya. Namun, jika frekuensi kemunculannya tinggi, tidak kunjung hilang, dan disertai nyeri, pemeriksaan ke tenaga medis perlu dilakukan.

2. Apakah kesemutan tanda ada saraf kejepit?

Bisa iya, bisa juga tidak. Kesemutan disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari penyakit diabetes, gangguan peredaran darah, hingga kekurangan vitamin. Saraf kejepit merupakan salah satu kondisi yang menyebabkannya. 

3. Bagaimana cara mencegah kesemutan?

Kesemutan bisa dicegah dengan rutin menggerakkan anggota tubuh, menjaga pola makan tetap sehat, dan juga mengontrol penyakit seperti diabetes.

Author: Tim Medis GP+ Medical & Paincare
Reviewer: dr. Elsa Adila Ramadhian, MARS , FSPCA

 

Share

Halo, Saya Dokter Rudy, Pendiri GP+

Dapatkan update terbaru seputar kesehatan dan manajemen nyeri langsung di inbox Anda. Masukkan nama dan email Anda untuk akses eksklusif dari GP+.

    Kategori

    Highlight Article