Categories: Artikel

Jari Nyangkut saat Ditekuk? Kenali Tanda-Tanda Trigger Finger!

Published On: April 29, 2026

Jari terasa “nyangkut” saat ditekuk sering kali menimbulkan kepanikan lantaran terasa seperti ada yang menahan di pangkal jari dan bahkan harus membutuhkan bantuan orang lain untuk meluruskannya. Kondisi ini dikenal sebagai trigger finger.

Trigger finger adalah peradangan pada selaput pembungkus tendon yang menyebabkan jari-jari tangan kaku dan nyeri saat digerakkan. Kondisi sering menimpa perempuan, penderita diabetes, hingga lansia.

Pada artikel ini, Anda akan mempelajari lebih lanjut tentang trigger finger, mulai dari gejala, pemicu, hingga kapan waktu yang tepat untuk berkonsultasi. Dengan memahami keluhan ini, Anda dapat memilih pengobatan dan tindakan yang tepat saat mengalaminya.

Apa Itu Trigger Finger?

Trigger finger adalah kondisi ketika tendon jari terasa “seret” saat melewati pangkal jari, sehingga jari terasa mengait, berbunyi klik, atau terkunci saat ditekuk dan sulit untuk diluruskan. 

Tendon merupakan penghubung antara tulang dengan otot yang berfungsi untuk menggerakkan jari tangan. Pada trigger finger, rasa “macet” pada jari disebabkan oleh tendon yang mengalami peradangan atau penebalan. Hal ini menyulitkan tendon untuk bergerak dengan lancar, sehingga jari terasa kaku dan nyeri.

Al Hasan dkk. dalam “Trigger finger: etiology, evaluation, and treatment” menyebutkan bahwa trigger finger dapat didiagnosis dengan mudah, karena kebanyakan mengeluhkan bunyi “klik” atau jari terkunci.

Gejala Trigger Finger yang Paling Sering Terjadi

Gejala trigger finger umumnya berkembang secara bertahap, mulai dari yang ringan, sedang, hingga berat. Berikut beberapa gejala yang kerap kali dialami para penderita:

Gejala ringan

Adapun gejala ringan yang sering kali dialami penderita meliputi

  • jari terasa kaku dan nyeri di pagi hari atau setelah tidur dan
  • nyeri atau ngilu di pangkal jari saat menekan atau menggenggam

Gejala sedang

Trigger finger akan berlanjut menjadi keluhan sedang saat sudah mengganggu aktivitas harian. Berikut beberapa gejalanya:

  • Jari berbunyi “klik” saat ditekuk atau diluruskan
  • Jari menyangkut atau terasa seperti terkunci, lalu harus diluruskan dengan usaha lebih atau dengan bantuan orang lain

Gejala berat

Gejala berat terjadi apabila penderita harus membutuhkan pertolongan lebih lanjut. Adapun gejala-gejalanya adalah

  • jari terkunci di posisi menekuk dan harus dibantu tangan lain untuk meluruskan,
  • nyeri bertambah dan gerakan semakin terbatas, dan
  • adanya benjolan atau pembengkakan di bawah jari.

Baca Artikel Lainnya: Jari-Jari Tangan Sakit: Apa Gejala dan Penyebab yang Paling Sering?

Kenapa Jari Bisa Nyangkut Saat Ditekuk?

Bagi penderita trigger finger, gejala utama yang sering dijumpai adalah jari menyangkut saat ditekuk. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi tendon. Zulfalina dkk. (2021) menjelaskan, trigger finger berhubungan dengan penebalan di dalam selubung tendon pada tempat yang sama.

Tendon diibaratkan seperti “tali” yang bergerak di dalam “terowongan” di pangkal jari. Ketika terowongan menyempit atau menebal, gerak jadi terasa mengait. Hal ini sering memengaruhi aktivitas sehari-hari, misalnya ketika menggenggam atau memegang kuat. Gesekan dan iritasi kecil bisa menumpuk dan membuat jari yang “nyangkut” semakin terasa.

Pemicu yang Sering Membuat Trigger Finger Muncul pada Dewasa dan Lansia

Trigger finger tidak hanya dipicu oleh satu kejadian, melainkan kebiasaan kecil yang berulang. Bahkan, aktivitas ini sering kali tidak disadari oleh penderita. Berikut beberapa faktor yang memicu risiko terjadinya trigger finger:

  • Aktivitas yang sama berulang kali, seperti membawa tas berat dan memeras kain
  • Kegiatan menggenggam dengan beban yang berat setiap hari, seperti alat kerja, alat dapur, dan berkebun
  • Gerakan jari yang repetitif tanpa jeda istirahat
  • Kegiatan olahraga yang menggunakan raket, misalnya tenis 

Selain aktivitas yang berulang, penyakit tertentu dan jenis kelamin juga menjadi faktor pemicu penyakit ini. Penderita diabetes dan rheumatoid arthritis lebih mudah mengalami keluhan ini. 

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Trigger Finger?

Trigger finger dapat terjadi pada siapa saja. Namun, penyakit ini lebih berisiko pada beberapa kelompok usia, termasuk dewasa, lansia dan penderita diabetes.

Diabetes

Menurut artikel dalam Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, trigger finger berkaitan dengan penyakit komorbid, seperti diabetes melitus dan carpal tunnel syndrome. Dalam kasus ini, trigger finger dapat mengenai lebih dari satu jari dan respons terhadap terapi tertentu berbeda sehingga memerlukan penanganan terarah.

Sumber yang sama menyebut bahwa keluhan trigger finger pada penderita diabetes dapat diatasi secara farmakologi atau nonfarmakologi. Secara farmakologi, keluhan ini dapat dibantu dengan pemberian injeksi kortikosteroid, sementara metode nonfarmakologi dapat dilakukan dengan cara operasi, splinting, hingga akupuntur.

Rheumatoid Arthritis dan Masalah Peradangan Tendon

Selain diabetes, trigger finger juga sering terjadi pada penderita rheumatoid arthritis, yakni penyakit autoimun yang menyerang sendi yang sehat. Pada kondisi ini, jari yang menyangkut diakibatkan oleh peradangan tendon yang lebih kompleks, sehingga penanganannya perlu hati-hari agar tidak terjadi komplikasi.

Penanganan trigger finger dapat dilakukan dengan pembidaian, injeksi, dan open surgery release dan juga percutaneous release. 

Trigger Finger vs Jari Kaku Biasa: Bedanya di Mana?

Trigger finger adalah kondisi yang jauh berbeda dengan jari kaku biasa. Kondisi ini umumnya bersifat kronis dan diikuti dengan munculnya bunyi “klik” seperti terkunci dan adanya rasa nyeri di bagian jari yang terkena. 

Sementara itu, jari kaku umumnya akan membaik dengan pemanasan tanpa ada sensasi mengunci.

Namun, jika Anda mengalami jari “terkunci” terlalu sering dan membutuhkan bantuan orang lain untuk meluruskan, maka perlu konsultasi lebih lanjut dengan ahli medis.

Cara Mengatasi Trigger Finger dengan Aman

Trigger finger dapat diatasi dengan langkah awal yang aman. Penderita perlu mengetahui penanganan pertama ini untuk mengurangi iritasi dan pemicu, serta menjaga jari tetap bisa bergerak tanpa memaksa sampai nyeri tajam.

Langkah Awal untuk Keluhan Ringan

Untuk keluhan ringan, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut:

  • Kurangi aktivitas yang memicu menggenggam kuat berulang-ulang.
  • Kompres jari yang terkena trigger finger dengan air hangat, terutama di pagi hari.
  • Lakukan gerakan ringan dengan perlahan hingga jari tidak lagi terasa “terkunci”.
  • Gunakan alat bantu untuk mengurangi tekanan pada jari saat melakukan aktivitas tertentu.
  • Cari tahu kondisi medis yang mendasari adanya gejala trigger finger, seperti diabetes dan rheumatoid arthiritis.

Hal-Hal yang Perlu Dihindari

Untuk mencegah keluhan trigger finger semakin parah, Anda harus menghindari beberapa hal berikut ini:

  • Memaksa meluruskan jari terkunci dengan kasar
  • Melakukan aktivitas berat sehingga memicu jari “terkunci” berulang
  • Tidak berkonsultasi dengan ahli saat gejala mulai terasa berat dan sulit diatasi sendiri

Baca Artikel Lainnya: Mengenal Cara Kerja Perawatan PRP dan Alasan Mengapa itu Dinilai Aman 

Kapan Trigger Finger Perlu Konsultasi?

Penderita trigger finger perlu berkonsultasi dengan dokter jika keluhan-keluhan yang dialami sudah mulai memburuk. Berikut beberapa kondisi yang membutuhkan evaluasi medis:

  • Jari sering berbunyi “klik” dan “nyangkut” secara berulang dalam waktu yang lama, yakni 2–4 minggu
  • Jari sering terkunci dan sulit menangani sendiri sehingga membutuhkan bantuan orang lain
  • Keluhan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti memasak menulis hingga bekerja
  • Menderita diabetes atau mengeluhkan “nyangkut” pada lebih dari satu jari

Trigger Finger Berobat ke Dokter Apa?

Jika mengalami gejala di atas, Anda perlu mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter. Hal ini bertujuan agar Anda mengetahui cara penanganan bertahap hingga proses rehab jika diperlukan.

Berikut opsi rujukan untuk penderita trigger finger:

  • Pain specialist atau dokter manajemen nyeri: berfokus mendiagnosis dan mengevaluasi sumber nyeri dan penanganan yang bertahap.
  • Fisioterapi: berfokus untuk menangani program latihan dan menentukan modifikasi aktivitas yang sesuai.
  • Ortopedi subspesialis tangan: konsultasi dengan mereka jika tangan sering terkunci, tidak membaik, dan membutuhkan tindakan lanjutan.

Atasi Keluhan Jari Nyangkut dengan Penanganan Bertahap di GP+

Jari yang sering “nyangkut” atau trigger finger adalah salah satu keluhan pada jari yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Meskipun terlihat sepele, keluhan ini perlu diwaspadai mengingat adanya faktor pemicu lain, seperti diabetes hingga rheumatoid arthritis. Penanganan awal dan evaluasi lebih lanjut dapat membantu Anda terhindar dari risiko yang lebih berat.

Jika jari nyangkut mengganggu aktivitas Anda sehari-hari, jangan tunggu hingga kondisinya semakin parah.  GP+ Medical & Paincare hadir untuk menjawab keluhan Anda.

Bersama tim kami, Anda dapat memahami keluhan trigger finger dengan baik, hingga menyusun rencana penanganan yang sesuai hingga jari dapat berfungsi kembali dengan nyaman. Metode penyembuhan yang kami jalankan juga tergolong nonbedah sehingga Anda dapat langsung beraktivitas setelah melakukan pemeriksaan.

Segera bebaskan jari-jemari Anda dari rasa sakit yang mengganggu dengan layanan nyeri GP+. Hubungi tim kami untuk menjadwalkan pemeriksaan dan temukan pilihan perawatan yang tepat bagi Anda.

FAQ

  1. Apa itu Trigger finger?

Trigger finger adalah kondisi saat tendon jari terasa “seret” saat melewati pangkal jari, sehingga jari terasa mengait, berbunyi klik, atau terkunci saat ditekuk dan sulit untuk diluruskan. 

  1. Apa gejala trigger finger yang paling khas?

Gejala yang paling khas adalah jari “nyangkut” saat ditekuk atau diluruskan, muncul bunyi “klik”, nyeri di pangkal jari, dan pada tahap lebih berat jari bisa terkunci hingga perlu dibantu tangan lain.

  1. Trigger finger berobat ke dokter apa?

Umumnya, penderita dapat berkonsultasi dengan rehabilitasi medik untuk membantu merancang latihan terarah hingga ortopedi tangan untuk penanganan lebih lanjut.

  1. Kapan trigger finger perlu segera ditangani?

Trigger finger perlu ditangani saat gejala yang dirasakan sudah semakin berat dan mengganggu aktivitas. Jika Anda merasakan nyeri lebih dari satu jari, menderita diabetes, atau mengalami nyeri dalam jangka waktu panjang, maka segera dapatkan pemeriksaan dari tenaga medis. 

Referensi:

  • Makkouk, A. H., Oetgen, M. E., Swigart, C. R., & Dodds, S. D. (2008). Trigger finger: etiology, evaluation, and treatment. Current reviews in musculoskeletal medicine, 1(2), 92-96. https://link.springer.com/content/pdf/10.1007/s12178-007-9012-1.pdf
  • Putri, A. R., Putra, M. R. A., Abdiman, I. M. T., Hazaa, S. S., Sholihatin, I., Putra, Y. S. R., … & Mujahid, S. I. A. (2024). Patofisiologi Trigger Finger pada PenderitaCarpal Tunnel Syndrome dan Diabetes Melitus. PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 10(1), 64-80. https://jurnal.stikes-mataram.ac.id/index.php/jurnal/article/view/59 
  • Shaffiranisa, E., Sari, D. P., Chusaeri, A. R., Rahmawati, B. A., Novsyaini, Z. P. R., & Irmayanto, T. (2023). Trigger Finger Hand, Pathophisiology and Management. Jurnal Biologi Tropis, 23(1), 419-425. https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/JBT/article/view/5825 
  • Zulfalina, T., & Rahman, I. (2021). Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Trigger Finger Dextra dengan Menggunakan Modalitas Ultrasound, Massage, dan Hold Relax di RSU Pindad Kota Bandung. Journal of Health Science and Physiotherapy, 3(3), 138-144. https://doi.org/10.35893/JHSP.V3I3.78

 

 

Share

Halo, Saya Dokter Rudy, Pendiri GP+

Dapatkan update terbaru seputar kesehatan dan manajemen nyeri langsung di inbox Anda. Masukkan nama dan email Anda untuk akses eksklusif dari GP+.

    Kategori

    Highlight Article