Ciri-Ciri Frozen Shoulder yang Mengganggu Aktivitas Dewasa dan Lansia
Frozen shoulder merupakan kondisi ketika sendi bahu menjadi kaku, nyeri, serta sulit digerakkan secara bertahap. Dikenal sebagai adhesive capsulitis dalam bahasa medis, kondisi ini terjadi karena penebalan kapsul sendi bahu yang menyebabkan ruang gerak sendi menyempit, mengakibatkan bahu menjadi kaku dan nyeri.
Frozen shoulder sering kali dialami oleh kelompok usia dewasa hingga lanjut usia (lansia), terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu ataupun jarang melakukan peregangan pada bagian bahu.
Pada artikel ini, Anda akan mengetahui ciri-ciri frozen shoulder, penyebab, hingga treatment yang bisa dilakukan untuk menyembuhkannya.
Beda Frozen Shoulder dan Pegal Biasa

Banyak yang mengira kalau frozen shoulder seperti pegal bahu biasa, padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Pegal bahu biasa biasanya bersifat sementara dan akan membaik hanya dengan beristirahat atau dipijat secara ringan. Sementara itu, frozen shoulder kerap berlangsung cukup lama, biasanya disertai dengan keterbatasan gerak yang semakin memburuk jika tidak segera ditangani.
Jika Anda mengalami frozen shoulder, rasa nyeri tidak muncul hanya saat bahu digerakkan atau saat melakukan aktivitas saja, tetapi juga ketika bahu dalam keadaan diam. Selain itu, lingkup gerak sendi akan lebih terasa semakin menyempit dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Kenapa Bahu Terasa Pegal dan Berat? Simak Penjelasan Lengkapnya!
Ciri-Ciri Frozen Shoulder yang Umum Dialami
Berbeda dengan nyeri bahu yang bisa saja hilang setelah istirahat, ciri-ciri frozen shoulder biasanya lebih khas, yakni seperti berikut:
1. Nyeri Bahu Muncul Perlahan
Nyeri pada frozen shoulder umumnya tidak muncul secara tiba-tiba. Pada awalnya, bahu terasa pegal atau tidak nyaman, terlebih sewaktu digerakkan. Seiring berjalannya waktu, rasa nyeri tersebut bertambah intens atau lebih parah, bahkan nyeri bisa muncul saat bahu tidak digerakkan atau dalam keadaan diam.
2. Rasa Nyeri Makin Memburuk di Malam Hari
Banyak di antara penderita kondisi ini mengeluhkan nyeri yang semakin terasa saat malam hari. Keadaan ini tentu mengganggu kualitas tidur, terlebih ketika posisi tidur miring ke sisi bahu yang bermasalah.
3. Bahu Terasa Kaku dan Sulit Digerakkan
Gerak bahu yang menjadi sangat terbatas dan bahkan terasa sakit merupakan salah satu ciri-ciri frozen shoulder, seperti ketika melakukan kegiatan mengangkat tangan, memutar bahu, atau bahkan meraih benda di atas kepala.
4. Fungsi Aktivitas Sehari-hari Kian Menurun
Melakukan aktivitas biasa menjadi sangat terbatas ketika mengalami frozen shoulder, contohnya saat mengancingkan baju, menyisir rambut, atau mengenakan pakaian. Pada lansia, kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko ketergantungan dalam kegiatan sehari-hari.
Mengapa Usia Dewasa dan Lansia Rentan Terkena Frozen Shoulder?
Ada beberapa alasan mengapa frozen shoulder sering dialami oleh kelompok usia 40 tahun ke atas.
1. Kurangnya Melakukan Aktivitas pada Bahu
Bahu yang jarang digerakkan dalam waktu lama karena berbagai alasan, seperti malas, cedera, operasi, atau stroke, memiliki risiko kekakuan pada sendi.
2. Memiliki Postur Tubuh yang Buruk
Jangan biasakan duduk membungkuk atau memposisikan bahu yang tidak sejajar dalam jangka waktu yang lama. Hal ini bisa memicu ketegangan serta peradangan pada sendi bahu.
3. Disebabkan karena Penyakit
Ada beberapa penyakit yang meningkatkan risiko frozen shoulder pada orang dewasa dan lansia, di antaranya diabetes, penyakit jantung, gangguan tiroid, ataupun penyakit neurologis tertentu.
4. Proses Penuaan
Seiring bertambahnya umur, elastisitas pada jaringan sendi semakin menurun. Hal ini tentu saja bisa membuat kapsul sendi jadi lebih mudah mengalami peradangan serta penebalan, yang pada akhirnya bisa mengakibatkan risiko frozen shoulder.
Apakah Frozen Shoulder Bisa Sembuh?
Umumnya, frozen shoulder bisa disembuhkan. Kondisi ini dapat membaik, tetapi tentu membutuhkan waktu, proses, dan penanganan yang tepat.
Pada kasus ringan, penderita frozen shoulder bisa pulih hanya dengan melakukan terapi konservatif, misalnya fisioterapi dan latihan peregangan.
Namun, jika kondisinya sudah berat, penderita diwajibkan untuk melakukan evaluasi medis guna menentukan terapi lanjutan agar tidak terjadi kekakuan secara permanen pada sendi bahu. GP+ punya solusi untuk masalah yang Anda alami ini.
Kami menghadirkan layanan perawatan nyeri bahu yang komprehensif, mulai dari evaluasi medis menyeluruh hingga program rehabilitasi yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap pasien.
Pendekatan yang kami terapkan tidak hanya mampu menghasilkan diagnosis yang akurat, tetapi juga memungkinkan pasien menjalani perawatan hanya dalam 1 hari tanpa harus rawat inap maupun operasi.
Pulihkan Gerak Bahu dan Kualitas Hidup Anda
Frozen shoulder berbeda dengan nyeri atau pegal bahu biasa. Kondisi ini tidak serta-merta bisa hilang dengan istirahat maupun pijat konvensional, dan bahkan bisa makin memburuk jika tidak segera ditangani.
Apabila mulai merasakan salah satu ciri-ciri frozen shoulder tadi, Anda dapat memeriksakan diri ke Klinik GP+ untuk mendapatkan evaluasi akurat dan penanganan tepat. Hubungi tim kami melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkait layanan penanganan nyeri bahu ataupun menjadwalkan pemeriksaan.
Dengan perawatan yang tepat dan mulai membiasakan diri untuk rutin bergerak, kesehatan bahu dapat terjaga dan aktivitas harian pun tetap berjalan lancar.
FAQ
1. Frozen shoulder apakah mematikan?
Tidak, frozen shoulder tidak sampai mengancam nyawa, tetapi bisa mengganggu kualitas hidup jika tidak ditangani dengan baik. Segera konsultasikan dengan dokter jika nyeri pada bahu semakin menjadi.
2. Frozen shoulder bisa sembuh berapa lama?
Waktu pemulihan untuk kondisi ini sangat bervariasi, mulai dari beberapa bulan bahkan bisa sampai 1 tahun. Hal ini tergantung pada kondisi dan juga penanganan yang dilakukan.
3. Apakah hanya lansia yang mengalami frozen shoulder?
Tidak. Frozen shoulder juga bisa dialami oleh orang dewasa, terutama jika mereka memiliki faktor risiko tertentu, seperti jarang melakukan aktivitas yang melibatkan bahu maupun memiliki riwayat penyakit tertentu.
Author: Tim Medis GP+ Medical & Paincare
Reviewer: dr. Lilian Elaine, MBBS, FSPCA




