Abdominal Pain Adalah Sakit Perut yang Tidak Biasa, Seperti Apa Gejalanya?
Memasuki usia dewasa dan lansia, beberapa keluhan yang muncul pada tubuh kerap membuat bingung, salah satunya sakit perut. Sejumlah orang mengeluhkan nyeri “aneh” di perut, baik terasa perih, melilit, seperti ditusuk, atau ditekan. Kondisi ini dikenal sebagai abdominal pain.
Abdominal pain adalah kondisi rasa tidak nyaman yang menyerang sekitar area perut. Gejala ini datang muncul tiba-tiba, sering kali hilang-timbul. Hal ini membuat sebagian orang bertanya-tanya: apakah ini tanda-tanda masuk angin, maag, atau penyakit yang lebih serius?
Artikel ini membantu Anda memahami lebih lanjut terkait abdominal pain, mulai dari lokasi, sensasi, durasi, hingga gejalanya.
Apa Itu Abdominal Pain?
Secara umum, abdominal pain adalah rasa tidak nyaman yang terjadi di area perut, yaitu antara tulang rusuk hingga panggul. Sebagian besar orang hampir pernah mengalami kondisi ini.
Syamsiah dan Muslihat (2015) menjelaskan, abdominal pain adalah gejala utama dari acute abdomen, yakni gejala-gejala dan tanda-tanda dari nyeri abdomen yang tidak spesifik, tetapi sering terjadi pada penderita dengan keadaan intraabdominal akut.
Kondisi ini bukanlah nama penyakit tertentu, melainkan gejala yang perlu diwaspadai. Nyeri perut yang dirasakan memiliki intensitas berbeda-beda, mulai dari ringan, berat, hingga terasa panas dan nyeri. Untuk itu, Anda harus mampu membaca pola dari satu gejala untuk mengetahui sumber sakitnya.
Nyeri perut dapat berasal dari berbagai organ penting, seperti lambung-usus, empedu-hati, saluran kemih, sampai area panggul.
Cara Mengenali Ciri-Ciri Abdominal Pain
Ada banyak organ di dalam perut Anda. Untuk itu, ahli medis umumnya mengelompokkan perut menjadi empat kuadran, yakni kuadran kanan atas, kanan bawah, kiri atas, dan kiri bawah.
Dengan memahami jenis-jenis nyeri perut di bagian-bagian ini, Anda dapat membedakan nyeri yang biasanya bisa ditangani sendiri dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut
Lokasi Nyeri Perut
Lokasi nyeri menjadi petunjuk penting untuk mengidentifikasi sumber sakit. Selain itu, petunjuk ini juga dapat memberitahu Anda organ mana yang terlibat dan penanganan yang tepat untuk kondisi tersebut.
- Ulu hati/tengah atas, berada di tengah atas pusar. Area ini biasanya dikaitkan dengan asam lambung atau maag.
- Kiri atas, berada di atas kiri pusar Anda. Ini menjadi lokasi beberapa organ penting, seperti ginjal kiri, pankreas, hingga limpa
- Kanan atas, berada di sebelah kanan atas pusar Anda. Area ini kemungkinan besar disebabkan oleh penyakit hati atau empedu.
- Kanan bawah, berada di bawah kanan pusar Anda. Area ini umumnya disebabkan oleh peradangan usus buntu.
- Kiri bawah, terletak di bawah kiri pusar Anda. Area ini paling sering dikaitkan dengan divertikulosis dan divertikulitis usus besar.
Jenis Sensasi Nyeri Perut
Selain lokasi, sensasi nyeri perut juga dapat menjadi petunjuk jenis gejala yang dialami. Dengan memahami arah penyebab dan sensasi sakit yang dirasakan, Anda dapat mencari solusi yang lebih aman untuk mengatasinya.
Berikut beberapa sensasi nyeri perut yang biasa dirasakan penderita:
- Perih seperti terbakar, gejala ini sering terjadi di ulu hati dan dirasakan oleh penderita asam lambung
- Melilit, kondisi ini biasanya menimbulkan kram; kadang membaik, lalu muncul kembali.
- Tajam seperti ditusuk, gejala ini patut diwaspadai jika terasa semakin berat dan disertai dengan demam.
- Tumpul atau berat, jika terjadi terus-menerus, maka perlu diidentifikasi pemicu dan gejalanya terlebih dulu.
Baca Artikel Lainnya: Injeksi PRP adalah Solusi Efektif untuk Penyembuhan Cedera dan Nyeri, Ini Penjelasannya
Cara Membedakan Nyeri Perut Akut vs Kronis
Nyeri perut dibedakan menjadi dua jenis, yakni akut dan kronis. Nyeri akut adalah rasa sakit yang muncul usai cedera mendadak, penyakit, atau tindakan bedah, yang berlangsung dengan cepat dan intensitas yang bervariasi, dari ringan hingga berat.
Sementara itu, nyeri kronis adalah rasa sakit yang dirasakan terus-menerus dengan intensitas yang tidak menentu dan bertahan dalam waktu yang lama.
Berikut hal yang perlu dilakukan dalam merespon kedua jenis nyeri ini:
- Nyeri perut yang dirasakan mendadak dan cepat memburuk perlu perhatian lebih banyak dibandingkan nyeri yang ringan dan stabil.
- Jika terjadi nyeri berulang—setiap minggu atau setiap makan tertentu, maka perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui pemicunya.
- Jika nyeri yang dirasakan tidak membaik dalam 24–28 jam, terutama apabila dialami oleh kelompok lansia, maka perlu segera mendapat pemeriksaan dari tim medis.
Gejala yang Paling Umum Ditemukan
Jika abdominal pain semakin parah, tidak kunjung menghilang, dan disertai dengan gejala lainnya, pertimbangkan untuk segera hubungi dokter.
Anda harus secepatnya berkonsultasi dengan dokter jika menemukan gejala-gejala berikut:
- Demam atau menggigil
- Muntah terus-menerus
- Diare hingga konstipasi berat
- Feses hitam atau berdarah
- Muntah darah
- Air seni berdarah
- Kulit mata menguning
Baca Artikel Lainnya: Saraf Kejepit Ke Dokter Apa dan Kapan Perlu Ditangani Medis
Langkah Penanganan di Rumah
Pertolongan pertama di rumah pada abdominal pain dapat dilakukan jika nyeri yang dirasakan masih dalam tahap ringan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan mencegahnya kambuh.
Berikut langkah-langkah yang bisa anda lakukan untuk mengatasi abdominal pain sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan lancar lagi:
- Ketahui lokasi nyeri, sensasi, dan faktor pemicunya (obat, makanan, atau setelah kegiatan tertentu).
- Minum air putih perlahan dan sedikit-sedikit saat muntah.
- Hindari makanan pedas, asam, dan berlemak jika ada rasa nyeri di ulu hati.
- Hindari minum obat sembarangan, terutama obat anti nyeri.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Jika merasa abdominal pain semakin parah dengan intensitas yang berat, tidak kunjung hilang, dan disertai gejala-gejala di atas, maka segera periksakan kondisi Anda ke dokter.
Di samping itu, Anda juga perlu pergi ke dokter jika mengalami masalah berikut:
- Nyeri tidak kunjung membaik dalam 24–48 jam, sering kambuh, dan mulai mengganggu makan dan tidur.
- Jika Anda lansia dan nyeri perut disertai dengan gejala lainnya, maka Anda perlu melakukan pemeriksaan ke dokter secepatnya.
Jika Sakit Perut Terasa Tidak Biasa, Konsultasikan ke GP+ Medical & Paincare
Sakit perut yang tidak biasa dapat menjadi kondisi yang menyakitkan dan berisiko jangka panjang, terutama jika nyerinya berulang dan polanya berubah. Salah satu langkah paling aman yang dapat diambil apabila mengalami abdominal pain adalah dengan menemui ahlinya.
Penanganan secara profesional dari tim medis memungkinkan Anda mendapat pemeriksaan yang lebih terarah dibandingkan dengan mendiagnosis dan menebak sendiri. Untuk itu, GP+Medical & Paincare hadir sebagai solusi untuk keluhan nyeri perut Anda.
Segera jadwalkan konsultasi dengan tim kami untuk membantu mengecek sumber nyeri dan mengarahkan penanganan yang sesuai untuk Anda.
FAQ
1. Apa itu Abdominal pain?
Abdominal pain adalah istilah medis untuk rasa tidak nyaman di area perut. Cara paling aman untuk mengidentifikasi kondisi ini adalah dengan mengetahui lokasi, sensasi, durasi dan gejala nyerinya.
2. Sakit perut seperti apa yang perlu ke IGD?
Sakit perut yang perlu ke IGD adalah apabila terjadi nyeri hebat yang mendadak, perut kaku, pusing seperti mau pingsan, perut semakin kembung, dengan muntah yang berulang dan tidak bisa buang gas.
3. Kalau sakit perut tidak parah tapi tidak membaik, kapan harus periksa?
Jika sakit perut tidak membaik dalam kurun waktu 24–48 jam, sering kambuh, semakin berat atau mengganggu makan dan tidur, sebaiknya langsung periksakan diri ke dokter. Pada kelompok usia lanjut, sebaiknya jangan sampai menunda sampai nyerinya terasa hebat.
4. Nyeri perut melilit itu biasanya kenapa?
Nyeri melilit seperti gelombang dan terasa kram biasanya disebabkan oleh berbagai faktor, tergantung lokasi nyeri dan gejala penyerta. Agar tidak self-diagnosis, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan ahli medis.
Referensi:
- Cleveland Clinic. (20 November 2025). Abdominal pain: Causes, types & treatment. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/4167-abdominal-pain
- Syamsiah, N., & Muslihat, E. (2015). Pengaruh terapi relaksasi autogenik terhadap tingkat nyeri akut pada pasien abdominal pain Di IGD RSUD Karawang 2014. Jurnal Keperawatan BSI, 3(1). https://www.academia.edu/36454590/PENGARUH_TERAPI_RELAKSASI_AUTOGENIK_TERHADAP_TINGKAT_NYERI_AKUT_PADA_PASIEN_ABDOMINAL_PAIN_DI_IGD_RSUD_KARAWANG_2014
- SITTI, R. (2025). PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES AIR HANGAT UNTUK MENURUNKAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN ABDOMINAL PAIN DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR SULAWESI SELATAN (Doctoral dissertation, Universitas Sulawesi Barat). https://repository.unsulbar.ac.id/id/eprint/2484/




